dalam melintasi gunung lompobattang dan bawakaraeng Oktober 2007
Oleh : Ilham
Background
Kegiatan alam bebas, khususnya pendakian gunung semakin di minati oleh banyak orang, namun bagi orang awam tetap mengundang pertanyaan, “Untuk apa kita mendaki gunung? “George F. Mallory, pendaki inggris yang hilang di puncak Everest pada tahun 1924 menjawab singkat pertanyaan tersebut “Because it’s there” Karena gunung itu ada, maka didaki. Berbeda dengan Soe Hok Gie, anggota mapala UI yang meninggal di Punca Mahameru pada tahun 1969. Ia menjawab, “karena aku mencitai hidup. hal yang sama yang dikatakan oleh Norman Edwin, juga salah satu pendakit terkenal yang meninggal di Aconcagua Argentina “karena aku menghargai kehidupana ini. Jadi banyak hal yang mendorong kita untuk malakukan pendikian.
Ketika pertanyaan serupa ditujukan pada kami “untuk apa melakukan pendakian di lompobattang bawakareng? Bukan hanya sekedar mencintai hidup seperti yang dikatakan Soe Hok Gie dan Norma Edwin dan bukan pula Karena gunung itu ada, tapi kami mengangap bahwa kegiatan ini adalah kegiatan yang sangat kompleks karena kegiatan Observasi, Olahraga, Sosial masyarakat dan wisata alam secara otomatis akan kita lakukan dalam dalam perjalanan pendakian.
Olah Raga, dalam malakukan kegiatan pendakian gunung bukanlah kegiatan yang mudah kerana kegiatan ini merupakan aktifitas perjalanan yang dilakukan di wilayah pegunungan yang rata-rata memiliki kemiringan 60° hingga 80° sehingga kegiatan ini membutuhkan tenaga dan fisik yang ekstra plus. Observasi, dalam kegiatan Sosial Masyarakat, Wisata Alam.

0 komentar:
Posting Komentar